MEDAN – Gemerlap seni dan budaya mewarnai Panggung Budaya Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 saat Pemerintah Kabupaten Deliserdang menggelar Malam Kesenian Daerah bertema "Kilau Benang Emas Serdang: Menenun Keberagaman, Mengukir Harmoni", di Medan, Sabtu (18/7/2026) malam.
Mengangkat semangat keberagaman yang menjadi kekuatan masyarakat
Deliserdang, kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan kekayaan seni, tradisi, dan kearifan lokal kepada masyarakat Sumatera Utara.
Rangkaian acara diawali dengan tari kolosal persembahan Lembaga Kesenian Bunga Tanjung Kecamatan Pagar Merbau. Berbagai pertunjukan seni tradisional hingga modern kemudian bergantian menghibur ratusan pengunjung yang memadati Panggung Budaya PRSU.
Baca Juga: Pemkab Deliserdang Berharap PERSIS Perkuat Sinergi Pembangunan Masyarakat Religius Mewakili Bupati
Deliserdang, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan panitia PRSU yang telah memberikan ruang bagi kabupaten dan kota untuk menampilkan potensi daerah.
Menurutnya, kehadiran Deliserdang di PRSU merupakan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan seni dan budaya sebagai identitas masyarakat.
"Kehadiran kami malam ini merupakan wujud komitmen untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten
Deliserdang," ujarnya.
Lom Lom yang hadir bersama Staf Ahli I TP PKK, menjelaskan, tema "Kilau Benang Emas Serdang" menggambarkan keberagaman masyarakat Deliserdang yang hidup berdampingan dalam semangat saling menghormati dan menghargai.
Baca Juga: LPA Deliserdang Jalin Silaturahmi Dengan DPRD Sumut, Bangun Sinergi Sukseskan Hari Anak Nasional 2026 Pelestarian budaya, lanjutnya, juga menjadi bagian dari pembangunan daerah melalui Program EVORIA (Event Olahraga, Seni Budaya, dan Keagamaan) yang membuka ruang bagi masyarakat untuk berkarya sekaligus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu mentransformasikan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Seni dan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan agar tetap hidup dan berkembang di masa yang akan datang," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten
Deliserdang, Yudy Hilmawan SE MM, mengatakan Malam Kesenian Daerah menjadi wadah promosi budaya sekaligus ruang berekspresi bagi para seniman lokal.
Berbagai penampilan ditampilkan sepanjang malam, mulai dari tari kolosal, musik tradisional, sastra lisan, Tari Tik Batik Deliserdang, hingga Ketoprak Dor dari Sanggar Siswo Langgeng Budoyo Kecamatan Beringin yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2024.
Baca Juga: Pelaku Curanmor Ditangkap di Patumbak S
Turut hadir para asisten, staf ahli, pimpinan perangkat daerah, camat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelaku seni budaya, serta tamu undangan lainnya. (Tom)
Baca Juga: Pergantian Kapolres Pelabuhan Belawan Diharapkan Perkuat Kamtibmas di Hamparan Perak Dan Labuhan Deli