DELISERDANG – Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan meninjau sekaligus mengikuti panen bawang merah bersama Kelompok Tani Jaya Tani di Dusun PW Asri A, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (6/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Di antaranya masing-masing satu unit combine harvester, traktor roda empat dan handsprayer elektrik serta benih padi hybrida kepada Gapoktan Mandiri. Satu unit rotavator dan set mesin pompa air kepada Gapoktan Sri Abadi Tani. Kemudian satu ser pompa air kepada Asrintani dan Maju Tani.
Baca Juga: Menuju Tiga Besar Nasional, Deliserdang Ikuti Tahap Verifikasi PPD 2026 Panen kali ini dilakukan di lahan seluas tujuh rantai dengan potensi hasil mencapai sekitar 1,3 ton bawang merah. Hasil panen ini pun langsung dibeli Pemerintah Kanipaten melalui BUMD Bhinneka Perkasa Jaya dengan harga Rp 24 ribu per kilogram.
Dalam dialog bersama petani, Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten
Deliserdang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan hasil panen memiliki kepastian pasar dan harga yang menguntungkan petani.
"Sistem Si Pandai yang sedang kita bangun akan memudahkan pemerintah mengetahui kapan petani panen, siapa yang membeli hasil panennya, hingga dipasarkan ke mana. Dengan begitu, pemerintah dapat membantu menjamin pasar sekaligus menjaga stabilitas harga hasil pertanian," ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Deliserdang Terima 2.088 Mahasiswa Unimed KKN Tahun 2026 Panen bawang merah yang dilakukan hari ini, lanjut Bupati, menjadi bagian dari implementasi awal "Si PANDAI" atau Sistem Pantau Data Pangan Indonesia. Melalui sistem ini, pemerintah daerah mengintegrasikan data pertanian mulai dari luas tanam, jadwal, hingga waktu panen untuk memperkuat pendampingan dan pengambilan kebijakan di sektor pangan.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi petani di Desa Sidodadi Ramunia yang selama ini mengelola usaha taninya dengan modal mandiri. Namun demikian, ia memahami saat harga hasil panen turun, petani masih kerap bergantung kepada tengkulak.
Baca Juga: 5 Warga Galang Berterimakasih Atas Bantuan RTLH "Ke depan kondisi seperti ini harus kita benahi. Pemerintah hadir agar petani tidak lagi dirugikan ketika harga jatuh. Kita ingin hasil panen petani memiliki pasar yang jelas dan harga yang layak," tegasnya.
Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Menurutnya, PPL harus aktif menyusun pola dan jadwal tanam agar panen tidak berlangsung bersamaan dalam jumlah besar yang berpotensi menyebabkan anjloknya harga.
"Kalau kebutuhan alat pertanian masih kurang, segera laporkan. PPL harus mengatur pola tanam sehingga produksi tetap terjaga dan petani tidak mengalami kerugian," katanya.
Baca Juga: Perbaiki Atap Rumah, Warga Batangkuis Diduga Tewas Tersengat Arus Listrik Selain itu, Pemerintah Kabupaten Deliserdang juga akan mendukung pembangunan gudang penyimpanan bibit bawang berukuran 5 x 10 meter untuk mendukung pengembangan sentra bawang di Desa Sidodadi Ramunia yang memiliki luas lahan sekitar 75 hektare.
Selain pemenuhan alsintan dan gudang penyimpanan, pemerintah juga akan terus memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan infrastruktur dan sarana pendukung secara bertahap.
"Jalan yang juga menjadi lalu lintas akan kita perbaiki tahun ini. Ada 10 paket pengerjaan infrastruktur di Kecamatan Beringin yang akan dikerjakan tahun ini juga," ucapnya.
Baca Juga: Pembangunan Visioner Pemerintah RI: Kemandirian Industri Munisi Turut hadir Ketua TP PKK
Deliserdang Ny Jelita Asri Ludin Tambunan, perwakilan BUMD, Indra Prawira (Dir Operasional) dan para perangkat OPD terkait. (Tom)
Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, ABPEDNAS Dan SMSI Kerjasama Dukung Program Jaga Desa