Kanalupdate | Tapanuli Tengah – Suasana tegang pecah di tengah guyuran hujan deras saat Bobby Nasution meluapkan kemarahannya kepada Camat Tukka, Yan Munzir Hutagalung, dalam kunjungan penanganan bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (13/4/2026).
Momen panas itu terjadi sesaat setelah Bobby meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir bandang di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri. Di lokasi yang masih diguyur hujan, gubernur terlihat meninggikan suara, bahkan menunjuk langsung sang camat di hadapan pejabat lain, termasuk Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu.
Baca Juga: Enam nama calon Ketua DPC PKB Deli Serdang tetap diajukan. Putra Ranadanah : tidak ada yang dicoret "Kalian ini daerah paling lambat, tahu kau! Warga kau sudah teriak-teriak. Kau ngurus ini saja nggak bisa!" bentak Bobby dengan nada tinggi.
Kemarahannya bukan tanpa alasan. Bobby menilai penanganan bencana di
Tapteng berjalan paling lambat dibanding daerah lain di
Sumatera Utara. Keluhan warga yang tak kunjung mendapat bantuan menjadi pemicu utama ledakan emosi tersebut.
Tak hanya meluapkan kekecewaan, Bobby juga melontarkan peringatan keras. Ia mengancam akan menarik seluruh anggaran bantuan jika pemerintah setempat tak mampu bergerak cepat.
Baca Juga: Pemerintah Desa Bandar Labuhan Salurkan Bantuan Pangan Kepada Warga sebanyak 631 paket "Sudah berapa kali kami ke sini? Sudah saya sampaikan ini harus jalan! Kalau tidak, uang bantuan ini tidak kami kasih ke kalian," tegasnya.
Bahkan, ancaman itu semakin keras saat ia menyebut kemungkinan menarik seluruh anggaran pascabencana dari daerah tersebut.
"Kalau tidak mampu, biar saya tarik semua anggaran. Di sini paling lambat kerjanya," tambahnya tajam.
Baca Juga: Polda Sumut Bongkar Judi Online Jaringan Kamboja, 19 Tersangka Ditangkap dari Dua TKP di Medan Di tengah tekanan itu, Camat Tukka, Yan Munzir Hutagalung, sempat memberikan pembelaan. Ia menyebut bantuan sebenarnya telah berjalan, namun terkendala koordinasi.
"Ini sudah jalan. Saya kan tidak dapat perintah dari sini, Pak. Saya sudah kasih," jawabnya.
Baca Juga: Dana Jemaat Rp28 Miliar Hilang di BNI, Polisi Tetapkan Eks Kepala Unit Jadi Tersangka Namun pernyataan tersebut tampaknya belum mampu meredam kemarahan gubernur.
Fakta lain yang membuat situasi semakin memanas terungkap saat Bobby berdialog langsung dengan warga. Ia menemukan bahwa sejumlah bantuan seperti Dana Tunggu Hunian (DTH) dan Jaminan Hidup (Jadup) ternyata belum diterima oleh masyarakat.
"DTH ada terima, jadup?" tanya Bobby kepada warga.
"Nggak ada kami terima bantuan itu, Pak," jawab warga serempak.
Baca Juga: Ali Sipahutar Dilantik Jadi Sekwan DPRD Sumut, Daftar Pejabat Pemko Medan Pindah ke Provinsi Bertambah Bobby pun langsung menyoroti akar persoalan: buruknya pendataan di tingkat daerah.
"Padahal pemerintah sudah menyediakan dananya. Tapi harus dilengkapi data. Nah, data ini yang belum sampai ke kami," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan data sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, bukan provinsi. Bahkan, ia menyebut Menteri Dalam Negeri juga telah menyoroti hal yang sama.
Baca Juga: DPW PKB Sumut Laksanakan Penataan Pengurus DPC PKB Deli Serdang Menurut Bobby, inilah alasan dirinya berkali-kali turun langsung ke
Tapteng sejak bencana besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
"Kami di provinsi terus melakukan pendampingan. Makanya Tapteng ini salah satu daerah yang paling sering kami datangi," pungkasnya.
Insiden ini pun langsung viral di media sosial, memicu berbagai reaksi publik. Banyak yang menilai kemarahan Bobby sebagai bentuk ketegasan terhadap lambannya birokrasi, namun tak sedikit pula yang menyoroti kerasnya cara komunikasi di tengah situasi krisis.(Red)
Baca Juga: HPN 2026 : Sinergi Pemerintah Daerah dan Pers Jadi Kunci Kedaulatan Ekonomi di Sumatra Utara