DELISERDANG -- Warga keturunan Tionghoa yang berdomisili di Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara merayakan tradisi Cheng Beng atau sembahyang kubur untuk mengenang para leluhurnya.
"Saat ini warga keturunan Tionghoa Tanjungmorawa , Kabupaten Deliserdang sedang merayakan Cheng Beng," kata Amin Chandra alias Amiang yang mewakili Ketua Yayasan Sentana Abadi Tanjungmorawa, CENG HUK di Desa Bangunrejo, Kecamatan Tanjungmorawa, Sabtu (28/3/2026)
Amiang mengatakan, Cheng Beng telah menjadi tradisi yang sangat melekat di tengah masyarakat Tionghoa. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya warga setempat dan perantauan, termasuk yang tinggal di luar negeri, pulang kampung demi melaksanakan sembahyang di makam leluhurnya (orangtuanya).
Baca Juga: Pemkab Deliserdang Ikuti Lokalatih Penguatan Perlindungan Pekerja Migran "Cheng Beng adalah wujud berbakti kepada leluhur melalui ziarah ke makam para leluhur," ujar Amiang.
Kegiatan ziarah Cheng Beng guna menghormati leluhur ini salah satunya terpusat di komplek perkuburan Tionghoa Sentana Abadi, Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.
Aktivitas sembahyang kubur mulai ramai sejak tanggal 22 Maret 2026 sampai tanggal 5 April 2026 mendatang," katanya.
Baca Juga: TOA PEK KONG HO TEK CIA SIN Tanjungmorawa Gelar Hari Ulang Tahun
Amiang menjelaskan, kegiatan sembahyang Cheng Beng ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi tradisi ini telah menjadi roda penggerak ekonomi daerah.
Dengan adanya perayaan Cheng Beng, secara otomatis menggerakkan ekonomi lokal secara signifikan, karena banyak kebutuhan untuk sembahyang yang dibeli masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Deliserdang Tutup Lokalatih Penguatan Perlindungan Pekerja Migran Menurut Amiang, lonjakan permintaan terjadi pada berbagai sektor, mulai dari kebutuhan bunga, lilin, dupa, bahan pangan untuk persembahan, hingga sektor transportasi dan akomodasi akibat kepulangan para perantau.
Sementara Hokmin warga Jalan Pahlawan, Gang Sejarah, Kelurahan Pekan Tanjungmorawa, Kecamatan Tanjungmorawa lebih menekankan pelaksanaan Cheng Beng di wilayah Tanjungmorawa merupakan cermin dari kuatnya nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama."
Hokmin didampingi keluarganya, Sarino dari Jakarta dan Lina dari Surabaya yang sembahyang ke orangtuanya menambahkan, Cheng Beng juga menjadi bentuk nyata dari toleransi dan kerukunan di Kabupaten Deliserdang.
Masyarakat hidup berdampingan dan saling menghormati. Inilah keharmonisan yang terus kita jaga," kata Hokmin. (Tom)
Baca Juga: Gotroy Masal Pemerintah Kecamatan Bersama SPPG MBG se-Kecamatan Delitua Baca Juga: Pemkab Deliserdang Ikuti Lokalatih Penguatan Perlindungan Pekerja Migran