Punguan Raja Sitempang Pematangsiantar Gelar Partangiangan Bona Taon 2026 Meriah

Administrator - Selasa, 17 Februari 2026 05:11 WIB
Foto: Abdon Sitanggang

SIANTAR -- Punguan Raja Sitempang Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara menggelar Partangiangan Bona Taon di Aula SMP Budi Mulia, Jalan Melanton Siregar, nomor 160 Pematangsiantar, sangat meriah, Minggu (15/2/2025).

Partangiangan Bona Taon tersebut merupakan perhelatan yang sarat makna.

Baca Juga: Program SPPG Sejalan dengan Komitmen Wujudkan Masyarakat Deliserdang Sehat Suara gondang sabangunan menggema, mengiringi langkah-langkah penuh khidmat para peserta Partangiangan Bona Taon Punguan Raja Sitempang, Boru Bere dan Ibebere Kota Pematangsiantar sekitarnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting sebagai ajang syukuran, silaturahmi, dan pelestarian adat Batak serta memperkokoh persatuan keluarga besar Pomparan Raja Sitempang di Kota Pematangsiantar.

Baca Juga: Pemkab Deliserdang Dan UNPAB Jalin Kerjasama Pendidikan Penelitian, Akan Jadi Pusat Inovasi Teknologi Ribuan anggota Pomparan Raja Sitempang dari berbagai penjuru Kota Pematangsiantar sekitarnya menghadiri acara Bona Taon itu.

Sebelum memasuki ruangan, pengurus, panitia dan seluruh anggota Punguan Raja Sitempang berkumpul di lapangan SMP Budi Mulia Pematangsiantar. Setelah dibuka dengan doa oleh Pdt. Sardi Lamhot Parulian Sitanggang STh, peserta memasuki ruangan Aula SMP Budi Mulia Pematangsiantar diiringi dengan lagu Mars Raja Sitempang.

Pesta Bona Taon Punguan Raja Sitempang dimulai pukul 10.00 Wib diawali dengan ibadah bersama. Panggilan ibadah yang dilanjutkan dengan lagu "Naung salpu taon na buruk i" yang mengalun merdu, dipimpin oleh para song leader berbakat. Ibadah pada perayaan Bona Taon Raja Sitempang tahun 2026 ini dibawakan oleh salah satu pomparan Raja Sitempang, Pdt Sardi Lamhot Parulian Sitanggang STh.

Baca Juga: M Dani Ditemukan Tewas Tergantung Dipinggir Sungai Belumai

Dalam khotbahnya, Pdt Sardi Sitanggang mengajak semua untuk bersyukur bisa sampai ke Tahun 2026 dan berpikir kedepan bukan berpikir tahun yang lalu. Dia juga bercerita Tahun 2025 ikut Natal Sitanggang dan tidak lama setelah Natal itu sudah ada dari mereka yang meninggal.

Ditambahkannya, dalam punguan marga pengurus selalu ada empat tipe, pertama tipe rajin, tipe malas, tipe sibuk dan tipe tidak peduli untuk punguan. Jadi diingatkannya jangan lakukan tipe malas dan tipe tidak peduli dipunguan Raja Sitempang karena kita satu keluarga pomparan Raja Sitempang. Usai ibadah, suasana berubah menjadi lebih hangat dan akrab saat acara bersalaman satu sama lain.

Bona Taon Raja Sitempang pertama Tahun 2026 ini mengusung thema, "Kasih Pengikat Persatuan Keluarga Pomparan Raja Sitempang" Sitanggang, Sigalingging, Simanihuruk, Sidauruk, Mpu Bada, dan Garingging."

Baca Juga: Sambut Ramadhan 1447 H, MBG Medan Sinembah Gelar Doa Bersama Dan Santuni Anak Yatim Subtema, "Membangun Keluarga Marga yang penuh kasih, saling mengampuni dan menopang satu dengan yang lain."

Ketua Panitia Bona Taon Raja Sitempang tahun 2026, Kakden Manihuruk (Op Otto), menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus Raja Sitempang, Pengurus Punguan Purasitabor, Pengurus Punguan Raja Sigalingging, Pengurus Punguan Raja Sidauruk, Pengurus Punguan Mpu Bada dan Pengurus Punguan Garingging yang telah mendukung acara Bona Taon Raja Sitempang sehingga acara ini bisa terlaksana.

Baca Juga: Sambut Ramadhan 1447 H, CV Perbengkelan Maju Bersama Delitua Berbagi Sembako Dijelaskannya, hari ini kelihatan terlihat kasih sayang diantara kita marga Sitanggang, marga Sigalingging, marga Manihuruk, marga Sidauruk, dan marga keturunan Mpu Bada dan Marga Garingging, bisa duduk bersama sesame marga keturunan Raja Sitempang, untuk itu panitia senang dan bahagia.

Sementara, Ketua Punguan Raja Sitempang Kota Pematangsiantar, Drs Halomoan Sitanggang (Op Audry) dalam sambutannya selain menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus Raja Sitempang, Pengurus Punguan Purasitabor, Pengurus Punguan Raja Sigalingging, Pengurus Punguan Raja Sidauruk, Pengurus Punguan Mpu Bada dan Pengurus Punguan Garingging, menceritakan semenjak berdiri punguan Raja Sitempang Kota Pematangsiantar tanggal 12 Nopember 2026 baru sekali ini melaksanakan acara Bona Taon.

Ditambahkan Halomoan, semua punguan ada pasang surut, banyak sorotan dari anggota, begitu juga kepada pengurus Raja Sitempang Kota Pematangsiantar. Tapi apapun tantangan sebagai pengurus terpilih Punguan Raja Sitempang tetap siap dan tidak akan pernah mundur dengan dukungan keluarga besar Raja Sitempang.

Baca Juga: Sambutan Ramadhan 2026, Disperindag Gelar Gerakan Pangan Murah di Tanjungmorawa

Dijelaskannya, ditengah perjalanan kepanitiaan direncanakan Pesta Bona Taon Raja Sitempang tidak hanya acara seremonial tapi terlaksana sebagai Pesta Budaya.

Punguan Raja Sitempang Kota Pematangsiantar secara moral berkewajiban mengujudkan nilai-nilai budaya terutama nilai-nilai budaya ompung kita Raja Sitempang ke generasi penerus.

Untuk mendukung rencana kegiatan itu, panitia menundang tokoh adat dari Samosir Pinompar ni Raja Sitempang yang bisa menjelaskan Tarombo Raja Sitempang.

Baca Juga: Bupati Deliserdang Lantik 2 Pj Kades Untuk Patumbak Diharapkan dengan penjelasan tokoh adat dari Samosir yang lebih menguasai Tarombo, sehingga tidak ada lagi tawar menawar tentang Tarombo Raja Sitempang.

Manjalo tua ni gondang,

Baca Juga: Untuk Tanjungmorawa, Bupati Deliserdang Lantik 7 Pj Kades Tokoh Adat dari Samosir, Dongan P Sitanggang yang biasa dipanggil Kombur Adat memandu acara Manjalo Tua Ni Gondang, sebuah ritual adat yang sarat makna. Dongan meminta pargondang untuk memohon kepada Tuhan supaya diberikan berkat, mendoakan kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan bagi seluruh pomparan Raja Sitempang di Kota Pematangsiantar.

Sada Panganan

Dongan Sitanggang juga mengajak keluarga besar Punguan Raja Sitempang yang hadir di acara Bona Taon itu menikmati makanan yang sudah disiapkan panitia di tempat SAPA.

Baca Juga: Bupati Deliserdang Resmikan TPI Bagan Percut

Sapa Bolon atau Sada Panganan Bolon adalah piring kayu tradisional Batak berdiameter 30-40 cm, yang melambangkan kebersamaan dan berkat, yang digunakan saat makan bersama dalam keluarga untuk menyantap dengke na hinongkoman (ikan mas arsik) untuk tolak bala.

Sapa menyimbolkan persatuan, di mana jumlah ikan harus sama dengan anggota keluarga, melambangkan keharmonisan dan solidaritas, tambahnya.

Sapa juga merepresentasikan salah satu bentuk penghormatan dalam adat, di mana makanan yang disajikan adalah perwujudan syukur kepada Yang Mahakuasa.

Baca Juga: Target Angka Stunting di Deli Serdang Tahun Ini di Bawah 100 Kasus Ritual itu diiringi musik gondang yang mengalun syahdu, membuat keluarga besar Raja Sitempang terhanyut dalam suasana haru dan kebanggaan akan warisan budaya yang harus di lestarikan, tutupnya. (Abdon Sitanggang)

Baca Juga: Target Angka Stunting di Deli Serdang Tahun Ini di Bawah 100 Kasus

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

News

Deliserdang Raih WTP Ke-8 Berturut-turut

News

Lom Lom Suwondo Tinjau Dan Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung di Patumbak

News

RSUD Bangun Purba Menuju Tipe C

News

FPLA Gelar Jumat Bersih di Vihara Budi Abadi, Wujud Nyata Toleransi Dan Gotongroyong

News

68 Rumah Porak Poranda Akibat Angin Puting Beliung

News

Iduladha 1447 H, PWI Sumut Sembelih 6 Hewan Kurban