DELISERDANG -- Sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen Program Studi S1 Psikologi Institut Kesehatan Helvetia menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMP Negeri 1 Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Pemberdayaan Remaja Melalui Konseling dan Edukasi untuk Mencegah Pernikahan Dini dan Mengoptimalkan Bonus Demografi" ini bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman krusial mengenai pentingnya menunda usia pernikahan demi masa depan yang lebih baik.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Milna Chairunnisa, S.Psi., M.Psi., dalam keterangannya di Medan, Senin (8/6/2026), menekankan bahwa pernikahan dini merupakan tantangan sosial yang masih memerlukan perhatian serius.
Baca Juga: Kunjungan ke Tanjungmorawa, Bupati Tekankan Kualitas Dan Percepatan Pembangunan Menurutnya, pernikahan pada usia remaja tidak hanya berdampak pada kesehatan reproduksi, tetapi juga menghambat jenjang pendidikan, meningkatkan kerentanan ekonomi, serta berisiko menurunkan kualitas kesehatan mental.
"Remaja perlu diberikan ruang yang aman untuk belajar, berkembang, dan merencanakan masa depannya. Melalui edukasi dan konseling yang humanis, kami ingin membantu mereka memahami bahwa menunda pernikahan demi pendidikan dan kesiapan hidup adalah investasi strategis bagi masa depan mereka sendiri," ujar Milna.
*Urgensi Kesadaran Kolektif*
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2023 mencatat bahwa persentase perempuan usia 20–24 tahun yang menikah sebelum usia 18 tahun di Sumatera Utara masih berada di angka 10 hingga 12 persen. Angka tersebut menjadi alarm bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kesadaran akan dampak negatif pernikahan dini.
Baca Juga: Gala Siswa Indonesia Jenjang SMP Resmi Dibuka Dalam kegiatan tersebut, para siswa SMP Negeri 1 Patumbak mendapatkan pendalaman materi terkait perkembangan psikologis remaja, perencanaan karier, serta strategi mengoptimalkan bonus demografi yang akan menjadi peluang emas bagi Indonesia.
Selain siswa, pihak sekolah juga diberikan wawasan mengenai peran pendampingan guru dalam mendukung siswa mengambil keputusan yang tepat terkait masa depannya.
*Membangun Generasi Berdaya Saing*
Program ini diharapkan mampu menciptakan efek berkelanjutan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar Patumbak. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kematangan hidup sebelum menempuh jenjang pernikahan, diharapkan angka pernikahan dini dapat ditekan secara signifikan.
Baca Juga: Bupati Bangun Rumah Layak, PBB Nol, Dan Ciptakan Kesempatan Kerja Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi S1 Psikologi Institut Kesehatan Helvetia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing, khususnya di wilayah Kabupaten Deli Serdang.