Medan – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang mencapai puncaknya pada 9 Februari 2026 di Banten mengusung motto yang sarat makna: "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat." Tema ini tidak hanya menjadi slogan seremonial, tetapi juga refleksi atas peran strategis pers dalam menjaga stabilitas demokrasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagi kalangan insan pers di daerah, khususnya di Sumatra Utara, motto tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan media yang profesional dan berintegritas merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah.
Baca Juga: Tokoh Pemuda Menyayangkan Disinformasi dari Potongan Video Gubernur Sumatera Utara Pimpinan Madina Pos, Ali Mutiara Rangkuti, menilai bahwa pers yang sehat adalah pers yang mampu menjaga independensi, mengedepankan verifikasi, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Menurutnya, tanpa pers yang sehat, informasi publik akan terdistorsi dan kepercayaan masyarakat terhadap media akan menurun.
"Pers sehat bukan hanya soal kesejahteraan perusahaan medianya, tetapi juga tentang kualitas pemberitaan, integritas wartawan, dan komitmen terhadap kebenaran. Jika pers kuat dan profesional, maka ekonomi daerah akan tumbuh secara transparan dan berkeadilan," ujar Ali Mutiara Rangkuti pada Selasa (10/02)
Baca Juga: Pemprov Sumut Siapkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana Ia menambahkan, dalam konteks Sumatra Utara, sinergi antara pemerintah daerah dan pers harus dibangun di atas prinsip kemitraan yang profesional, bukan transaksional. Pemerintah membutuhkan pers sebagai mitra strategis untuk menyampaikan program pemerintah dan sarana informasi untuk membuka ruang ekonomi investasi , sementara pers juga membutuhkan akses informasi yang terbuka dan akurat.
Ali menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik akan mendorong iklim investasi yang sehat. Ketika informasi pembangunan, kebijakan anggaran, dan program prioritas disampaikan secara transparan, maka kepercayaan publik dan investor akan meningkat.
Baca Juga: Gubernur Bobby Nasution Percepat Pembangunan 648 Huntap Pascabencana di Sumut Hal inilah yang dimaksud dengan ekonomi berdaulat—ekonomi yang tumbuh atas dasar transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
Di Sumatra Utara, yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, dan industri, peran media lokal menjadi sangat strategis. Pers tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga mengangkat potensi daerah, mendorong UMKM, serta menjadi jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah.
"Bangsa yang kuat lahir dari masyarakat yang cerdas informasi. Dan masyarakat yang cerdas informasi lahir dari pers yang sehat," tambah Ali.
Baca Juga: Pemprov Sumut Hibur Relawan dan Masyarakat Tapsel dengan Nonton Bareng Film Agak Laen
Momentum HPN 2026 diharapkan menjadi titik refleksi bagi seluruh insan pers, termasuk di Sumatra Utara, untuk terus meningkatkan profesionalisme dan adaptif terhadap tantangan digital.
Disrupsi media dan arus informasi di media sosial menuntut perusahaan pers untuk bertransformasi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
Baca Juga: Bobby Lapor 648 Unit Huntap Sudah Groundbreaking Pascabanjir dan Longsor di Sumut Kerja sama pemerintah daerah dan pers di Sumatra Utara pun diharapkan semakin solid, dengan tetap menjaga independensi masing-masing pihak. Kemitraan yang dibangun atas dasar saling menghormati peran dan fungsi akan melahirkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik serta pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
HPN 2026 bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum memperkuat komitmen bersama: membangun pers yang sehat demi ekonomi yang berdaulat dan bangsa yang semakin kuat.
Baca Juga: 30.875 Rumah di Sumut Rusak Akibat Bencana, Gubernur Bobby Sebut 648 Mulai Dibangun 352 Tunggu Lahan