Deli Serdang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI dalam rangka pengawasan terhadap penanganan pascabencana sekaligus kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ke depan.Bupati Deli Serdang dr. Asri Luddin Tambunan menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada rombongan Komisi VIII DPR RI atas kunjungan tersebut.Ia menilai kehadiran DPR RI merupakan bentuk kepedulian dan penghormatan khusus kepada masyarakat Deli Serdang, terutama dalam urusan kebencanaan."Selamat datang dan terima kasih kami ucapkan kepada Komisi VIII DPR RI. Kehadiran ini kami anggap sebagai penghormatan dan perhatian khusus terhadap masyarakat Deli Serdang, terlebih dalam hal kebencanaan," ujar Bupati.Bupati menjelaskan, pada 27 November, Kabupaten Deli Serdang dilanda bencana besar berupa banjir, longsor, dan banjir rob. Intensitas hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab utama terjadinya bencana di berbagai wilayah.Dalam penanganannya, Pemkab Deli Serdang segera menetapkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat serta membentuk Pos Komando (Posko) pada hari yang sama. Bencana tersebut berdampak di 19 kecamatan dan 197 desa, dengan korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang.Meski menghadapi situasi berat, Bupati menegaskan bahwa berkat kerja sama dan kekompakan semua pihak, masa tanggap darurat dapat dilalui selama 14 hari dengan upaya penanganan yang maksimal. Layanan darurat seperti Delta 112 turut dioptimalkan dalam membantu masyarakat terdampak.Dari sisi kerugian, total dampak kerusakan akibat bencana diperkirakan mencapai Rp637 miliar. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas kebijakan pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) yang sangat membantu daerah dalam penanganan dampak bencana."Saya atas nama pemerintah kabupaten Deli Serdang, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat bapak presiden kita Prabowo Subianto, telah melakukan pengembalian TKD yang sangat membantu pemulihan pasca bencana ini" ujarnya.Bupati juga mengucapkan terimakasih atas dukungan Semua pihak termasuk TNI yang sudah membangun jembatan beli di hamparan perak serta , peran serta polri yang terus membantu sejak awal terjadi bencana hingga saat ini.Sementara itu, pihak Komisi VIII DPR RI menegaskan bahwa ke depan konsep kebencanaan harus lebih menitikberatkan pada mitigasi atau pencegahan.Ketua Tim sekaligus Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Abidin Fikri SH MH (Fraksi PDIP) meminta Daerah-daerah rawan bencana perlu dipetakan secara jelas agar langkah pencegahan dapat ditentukan lebih dini."Ke depan kita mengutamakan pencegahan. Daerah rawan harus sudah ditentukan bentuk mitigasi dan langkah pencegahannya. Pemulihan juga harus dilakukan secepat mungkin melalui kerja sama lintas OPD," ucap politisi PDI-P tersebut.H. Abidin Fikri juga memuji langkah langkah cepat pemerintah kabupaten Deli Serdang dalam penanggulangan bencana yang terjadi.Kunjungan ini juga bertujuan mengakomodasi berbagai masukan, saran, serta kebutuhan daerah. Seluruh aspirasi yang dihimpun akan dibahas lebih lanjut untuk menjadi bahan dalam penyusunan rancangan undang-undang maupun rencana kebijakan Menteri Penanggulangan Bencana.Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan Deli Serdang ke depan semakin siap meminimalisir risiko bencana serta memiliki langkah konkret sebelum bencana terjadi.Turut hadir dalam kegiatan tersebut H Ashari Tambunan (Fraksi PKB); HM Husni SE MM (Fraksi Partai Gerindra); H Muhamad Abdul Azis Sefudin (Fraksi PDIP); Dr Hj Lisda Hendrajoni SE MM (Fraksi Partai Nasdem; H Syaiful Nuri (Fraksi PAN); Drs H Zulfikar Achmad (Fraksi Partai Demokrat).
Turut Hadir juga Deputi Logistik & Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB), Dra Andi Eviana MSi, Direktur Potensi dan Sumber Daya Sosial (PSDS) Kementerian Sosial (Kemensos), Dr La Ode Taufik Nuryadin MSi; Kepala Sentra Insyaf Medan, Langgeng Setiawan (RHy)