DELISERDANG — Siti Fatimah tak kuasa menahan haru karena ibunya, Kartini (81), akhirnya dibawa ke RSUD Haji Amri Tambunan untuk mendapatkan penanganan medis setelah Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan yang sering dipanggil dr Aci, melihat kondisinya yang terbaring di rumahnya di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjungmorawa, Sumatera Utara, Minggu (30/8/2026). Kartini merupakan penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Dengan mata berkaca-kaca, Siti menyampaikan terima kasih kepada dr Aci yang telah membantu membawa ibunya untuk mendapat perawatan. Ia berharap kondisi Kartini segera membaik dan dapat kembali ke rumah yang sedang dibangun melalui program RTLH.
"Alhamdulillah nenek dibawa ke sini (rumah sakit). Terima kasih juga untuk Bapak Bupati yang sudah menolong kami. Semoga setelah pulang dari sini nenek bisa lebih baik lagi, sembuh dan cepat pulang ke rumah yang diinginkannya," ujar Siti di RSUD Haji Amri Tambunan Lubukpakam.
Baca Juga: dr Aci Hadiri Gebyar Akbar Dan Tinjau RTLH di Tanjungmorawa Dijelaskannya, Kartini telah mengalami sakit selama sekitar 20 tahun. Dalam dua tahun terakhir, kondisinya semakin terbatas hingga lebih banyak terbaring dan tidak mampu duduk maupun berdiri. Keluhan utamanya berupa sakit pada bagian lutut. Saat peninjauan, terdapat pula masalah pada jari kaki yang kemudian dibersihkan.
Siti menerangkan selama ini ibunya enggan dibawa ke rumah sakit. Namun, saat ditawarkan Bupati, Kartini tidak lagi menolak. Saat ini, Kartini telah berada di rumah sakit.
"Semoga nenek cepat sembuh dan pulang ke rumah. Mamak ingin sekali melihat rumahnya yang dibedah itu selesai," katanya.
Peninjauan RTLH dilakukan dr Aci di Jalan Nusa Bangsa, Dusun VIII, Desa Bangun Rejo. Dalam kesempatan itu, dr Aci menegaskan program RTLH harus diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria dan benar-benar membutuhkan.
Baca Juga: Muda-Mudi Deliserdang Unjuk Nyali di Atas Ring Car Free Night "Semoga dengan dibedahnya rumah ini, memotivasi pemilik rumah untuk tetap sehat dan
dr Aci menyebut masyarakat yang masuk dalam Desil 1 dan Desil 2 menjadi prioritas penerima program RTLH. Validasi dan pemutakhiran data juga perlu dilakukan agar pelaksanaannya tepat sasaran.
Ia juga menekankan, penanganan masyarakat melalui program pemerintah perlu melihat kondisi secara menyeluruh, termasuk kebutuhan kesehatan penerima manfaat. Temuan di lapangan harus segera ditindaklanjuti agar intervensi pemerintah memberikan manfaat nyata.
"Jangan hanya rumahnya yang kita perhatikan. Kondisi orang yang menempati rumah juga harus kita lihat. Kalau memang membutuhkan penanganan medis, kita harus segera tindak lanjuti," tegas Aci. (Tom)
Baca Juga: DOKUMEN INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK MENUMBUHKEMBANGKAN PROFESI GURU