Caption foto... DELISERDANG – Pemerintah Kabupaten Deliserdang terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB).
Pada 2025, tingkat keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TB) di Kabupaten Deliserdang mencapai 95 persen, dengan 6.571 pasien dinyatakan sembuh dari total 6.917 kasus yang ditangani.
Sementara itu, hingga pertengahan 2026 telah ditemukan 3.812 kasus TB. Dari jumlah tersebut, 65 persen merupakan kasus terduga TB dan 42 persen telah terkonfirmasi sebagai kasus TB. Sebanyak 1.291 kasus berhasil ditemukan melalui penelusuran kontak erat dan kontak serumah, dengan 399 pasien di antaranya juga mengidap diabetes melitus. Adapun tingkat keberhasilan pengobatan pada tahun 2026 telah mencapai 80 persen.
Baca Juga: Wamenkes Dan Wamendagri Tinjau Cathlab-Klinik Paru RSUD H Amri Tambunan, Bupati Komitmen Perkuat Layanan Kesehatan Capaian tersebut dipaparkan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri III Akhmad Wiyagus di RSUD Hahi Amri Tambunan, Lubukpakam, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026).
Dalam dialog yang diikuti dokter spesialis, kepala puskesmas, camat, kader PKK, dan jajaran perangkat daerah, Bupati memaparkan berbagai strategi yang telah dijalankan Pemkab Deliserdang dalam mendukung target eliminasi TB nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pelacakan kontak erat pasien, peningkatan layanan rujukan, serta penyediaan layanan kesehatan bergerak untuk menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa.
Untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Deliserdang menghadirkan inovasi PAS CEPAT (Program Layanan Kesehatan Cek Paru Aktif dengan Portable X-Ray). Program ini didukung satu unit portable X-ray dan satu unit mobil X-ray yang digunakan untuk layanan skrining TB secara jemput bola.
"Ke depan, Deliserdang juga akan menerima empat unit portable X-ray tambahan dari Kementerian Kesehatan RI guna memperluas jangkauan deteksi dini TB. Terimakasih Pak Wamen. Alat ini sangat membantu kami ke depannya dalam melakukan pelayanan kesehatan," ucapnya.
Baca Juga: Pemkab Deliserdang Sambut Baik Hasil Penyelidikan Insiden di Rumah Dinas Wakil Bupati Data hasil CKG, lanjutnya, juga dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan daerah. Hingga saat ini, CKG mencatat 51.877 penderita diabetes melitus atau sekitar 2,45 persen penduduk serta 413.009 penderita hipertensi atau 19 persen. Selain itu, terdapat 399 pasien TB yang juga menderita diabetes sehingga memerlukan penanganan yang lebih komprehensif.
Bupati mengatakan, pendekatan berbasis data menjadi kunci dalam mempercepat penanganan penyakit menular maupun tidak menular di Deliserdang.
"Kami tidak hanya mengejar penemuan kasus, tetapi memastikan setiap pasien mendapatkan pengobatan hingga sembuh. Karena itu kami memperkuat deteksi dini melalui Cek Kesehatan Gratis, layanan kesehatan bergerak, sistem rujukan, hingga pendampingan pasien. Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis target eliminasi tuberkulosis di Deliserdang dapat tercapai," ujar Bupati.
Ia juga mengungkapkan saat ini Pemkab juga sedang mempersiapkan pembangunan satu rumah sakit baru di Hamparan Perak dan sejumlah puskesmas guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat.
Baca Juga: Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Sejumlah Ranperda Pemkab Deliserdang Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Deliserdang dalam mendukung percepatan eliminasi TB. Menurutnya, Indonesia masih menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus TB terbanyak sehingga diperlukan kolaborasi seluruh pihak.
"Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau sekitar 66,7 juta masyarakat Indonesia. Saya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Deliserdang yang telah memanfaatkan data kesehatan sebagai dasar penanganan TB secara terintegrasi. Pendekatan seperti ini sangat penting untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis," kata Benjamin.
Ia menambahkan, pemerintah pusat terus memperkuat layanan kesehatan melalui penyediaan sarana dan prasarana, termasuk distribusi sekitar 4.000 unit X-ray portabel ke puskesmas, renovasi rumah pasien TB, serta pemberian dukungan sosial bagi masyarakat yang menjalani pengobatan.
"Saya melihat komitmen yang sangat baik dari Pemerintah Kabupaten Deliserdang. Mulai dari bupati, camat, kepala puskesmas hingga kader kesehatan bergerak bersama. Tiga bulan ke depan kami akan kembali melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana percepatan eliminasi tuberkulosis di Deliserdang berjalan," pungkasnya.
Baca Juga: Romo Yos Bintoro Kunjungi Yon TP 821/Satria Bupolo, Perkuat Sinergi Iman Dan Pengabdian Prajurit Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri III Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TB membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
"Penanggulangan tuberkulosis melibatkan 17 kementerian dan lembaga. Karena itu, kepala daerah memiliki peran penting dalam menggerakkan seluruh potensi di daerah, mulai dari perangkat daerah, camat, kepala desa, PKK, Forkopimda, akademisi, hingga masyarakat. Saya melihat Bupati Deliserdang memahami betul bagaimana memprioritaskan pembangunan kesehatan dan membangun kolaborasi tersebut," ujar Akhmad. (Tom)
Baca Juga: Asri Ludin Tambunan Dorong Penguatan Ekstrakurikuler Wujudkan Sekolah Sebagai Rumah Kedua