Kanalupdate | ROKAN HILIR – Kapolsek Panipahan, Robiansyah, dicopot dari jabatannya menyusul aksi demonstrasi warga yang memprotes maraknya peredaran narkoba di wilayah Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Tak hanya itu, Kanit Reskrim
Polsek Panipahan, Rahmat Ilyas, juga turut dicopot sebagai bagian dari evaluasi internal di tubuh kepolisian.
Kapolda Riau, Herry Heryawan, menegaskan bahwa langkah tersebut diambil karena kinerja jajaran di tingkat Polsek dinilai belum optimal dalam menjaga kondusivitas wilayah, sehingga situasi sempat berkembang tidak terkendali.
Baca Juga: Polda Sumut Bongkar Judi Online Jaringan Kamboja, 19 Tersangka Ditangkap dari Dua TKP di Medan "Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di
Panipahan," ujar Kapolda, Minggu (12/4).
Menurutnya, pencopotan tersebut merupakan langkah tegas institusi dalam merespons dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berkembang di lapangan.
Lebih lanjut, Kapolda memastikan pihaknya telah bergerak cepat sejak awal kejadian. Kapolres Rokan Hilir bersama Wakil Bupati setempat turun langsung ke lokasi untuk meredam situasi dengan mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat berdialog.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya cooling system guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Baca Juga: Dana Jemaat Rp28 Miliar Hilang di BNI, Polisi Tetapkan Eks Kepala Unit Jadi Tersangka "Kami bergerak cepat sejak awal, mengajak tokoh masyarakat untuk berdialog dan meredam situasi," jelasnya.
Kapolda juga menyebutkan bahwa kondisi di Panipahan saat ini telah berangsur pulih dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Meski demikian, pengawasan serta langkah preventif tetap diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan.
Ia turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.
Sebelumnya, ratusan warga Panipahan menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (10/4) sebagai bentuk protes terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Baca Juga: Bandar Narkoba yang Picu Pembakaran Polsek Muara Batang Gadis Kembali Ditangkap Aksi yang awalnya berlangsung damai itu berubah memanas setelah sebagian massa bergerak menuju rumah seorang pria yang diduga terkait peredaran narkoba. Massa melakukan perusakan hingga pembakaran, dengan jumlah massa yang sempat mencapai ratusan orang.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius aparat, sekaligus mendorong dilakukannya evaluasi internal guna memastikan penanganan keamanan berjalan lebih optimal ke depan.