TANJUNG MORAWA – Ratusan hektare lahan persawahan di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut secara berturut-turut dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, tanaman padi yang masih berusia muda terancam gagal panen apabila genangan air tidak segera surut.
Dari pantauan awak media, sejumlah desa yang paling berdampak akibat luapan sungai tersebut antaranya adalah Desa Tanjung Mulia,Perdamean, Desa Wonosari, Desa Punden Rejo, Tanjung Baru, keadaan ini diperparah dengan jebolnya Beteng aliran sungai tersebut sehingga luapan air gak terkendali.
Selain itu banjir Juga menggenangi wilayah persawahan Desa Lengau Seprang, Naga Timbul , Desa Dalu Sepuluh A dan sejumlah desa lainnya.
Baca Juga: Sembilan Bulan Kepemimpinan, Bupati Asri Luddin Mulai Tunjukkan Arah Baru Pembangunan Deli Serdang Kepala Desa Wonosari, Suparman saat di konfirmasi pada kamis (27/11) menyampaikan bahwa hampir seluruh lahan persawahan di wilayahnya saat ini masih terendam air. Ia khawatir akan terjadi gagal panen apabila banjir tidak juga surut dalam beberapa hari ke depan.
"Rata-rata sawah terendam. Jika nanti tidak bisa diolah lagi, mau tidak mau petani harus melakukan tanam ulang. Kami terus membangun komunikasi dengan pihak kecamatan terkait langkah yang akan diambil selanjutnya," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Perdamean, Toni Sitorus. Berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 78 hektare areal persawahan milik warga di desanya rata-rata baru saja ditanami dan saat ini terendam banjir.
"Semoga banjir cepat surut agar tidak berdampak buruk pada tanaman padi warga. Namun apabila kondisi terburuk terjadi, petani terpaksa harus melakukan tanam ulang," katanya.
Baca Juga: MPC PEMUDA PANCASILA DELI SERDANG SIAP JADI GARDA TERDEPAN PERLINDUNGAN ANAK. Sementara itu, salah seorang petani, Suwarno, berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah atas musibah yang dialami para petani. Menurutnya, sebagian besar sawah masih dalam masa awal tanam sehingga sangat rentan rusak akibat genangan air.
"Kalau air tidak surut dalam beberapa hari ke depan, ya terpaksa tanam ulang. Kami berharap ada bantuan seperti bibit dan pupuk," ungkapnya.
Suwarno juga memperkirakan bahwa musim tanam kali ini seharusnya dapat dipanen pada bulan Ramadan. Namun dengan kondisi sawah yang masih terendam, ia berharap banjir segera surut agar tanaman padi tidak mengalami kerusakan lebih parah.
Atas bencana ini perhatian serius Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sangat diperlukan , mengingat aliran Sungai Batu Gingging yang terletak di Desa Tanjung Mulia memiliki Pintu Air dan Benteng Sungai yang perlu Pemeliharaan Dan Perawatan, Dan aliran Sungai tersebut menjadi Sumber Air Persawahan Desa Tanjung Mulia, Perdamean, Punden Rejo, Lengau Seprang, Wonosari,Dalu X Dan Penara Kebun. (ToR)
Baca Juga: Deli Serdang Dilanda Hujan dan Angin Kencang, Kalaksa BPBD Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah